Materi IPA Kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018
B. Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi Manusia
Organ Reproduksi pada Laki-laki
Alat reproduksi pada laki-laki ada dua macam, yaitu alat reproduksi luar dan alat reproduksi dalam. Untuk alat reproduksi luar terdapat diluar tubuh yang dapat diamati secara langsung yaitu penis dan skrotum.
Sedangkan alat reproduksi dalam merupakan alat reproduksi yang terletak pada bagian dalam tubuh dan tidak dapat diamaati secara langsung.
Yang termasuk alat reproduksi dalam yaitu testis, saluran sperma, dan kelenjar reproduksi (meliputi Vesikula Seminalis, Kelenjar Prostat, dan Kelenjar Cowper).
Sebagai tanda bahwa sistem reproduksi pada laki-laki telah matang adalah keluarnya cairan mani dari penis. Keluarnya mani terjadi pada saat anak laki-laki mimpi basah, umumnya terjadi pada usia 10-14 tahun.
Organ Rproduksi pada Perempuan
Seperti halnya alat reproduksi laki-laki, pada alat reproduksi perempuan juga dibedakan atas alat reproduksi luar dan alat reproduksi dalam.
Alat reproduksi perempuan yang terletak di luar yaitu vulva dan labium.
Sedangkan alat reproduksi perempuan yang terletak di dalam yaitu ovarium saluran reproduksi yang terdiri atas Saluran Telur, Rahim, dan Vagina.
C. Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia dan Pencegahannya
Kelainan dan penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia. Antara lain: HIV/AIDS, Gonore (GO), Sifilis (Raja Singa),dan Herpes Simplex Genitalis. Selain itu juga Keputihan pada perempuan, dan Epididimitis pada laki-laki.
Kebersihan alat reproduksi yang kurang terjaga mudah terjangkit penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri, dan parasit lainnya.
Selain itu penyakit sistem reproduksi juga dapat terjadi akibat pergaulan bebas dan penggunaan narkoba.
Guna mencegah terjadinya penyakit pada alat reproduksi, sebaiknya menjaga kebersihannya dan menghindarkan diri dari pergaulan bebas dan narkoba.
Materi IPA Kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018
Bab 2 Sistem Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan
A. Perkembangbiakan pada Tumbuhan
Perkembangbiakan Tumbuhan Angiospermae
Tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan biji tertutup adalah tumbuhan yang memiliki ciri bakal biji berada dalam bakal buah (ovarium).
Jenis tumbuhan Angiospermae mengalami perkembangbiakan secara vegetatif dan generatif.
Perkembangbiakan vegetatif adalah cara perkembangbiakan tumbuhan dengan menggunakan bagian dari tumbuhan. Baik perkembangbiakan tanpa bantuan manusia (secara alami) maupun dengan bantuan manusia.
Jenis tanaman yang mampu melakukan perkembangbiakan vegetatif secara alami adalah rhizome, geragih, umbi lapis,umbi batang dan kuncup adventif daun.
Sedangkan perkembangbiakan vegetatif dengan buatan manusia dengan cara cangkok, merunduk, setek, menyambung dan okulasi.
Pada perkembangbiakan generatif sel sperma dan sel telur mengalami fertilasi, sehingga terbentuk embrio yang tersimpan pada biji. Sehingga biji dapat tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan baru.
Perkembangbiakan generatif terjadi dengan cara penyerbukan (polinasi), pembuahan (fertilisasi) dan penyebaran biji.
Perkembangbiakan Tumbuhan Gymnospermae
Tumbuhan Gymnospermae adalah tumbuhan yang bijinya tidak tertutup kulit buah atau berbiji terbuka. Contohnya tumbuhan pinus, pakis haji dan phon ginkgo.
Jenis tumbuhan Gymnospermae tidak memiliki bunga, tetapi memiliki alat perkembangbiakan generatif yang disebut strobilus atau runjung.
Pada tumbuhan pinus dan melinjo terapat dua jenis strobilus yaitu strobilus jantan dan strobilus betina.
Perkembangbiakan Tumbuhan Paku
Jenis tumbuhan paku tidak berkembangbiak dengan menggunakan bunga, melainkan menggunakan spora.
Namun demikian tumbuhan paku dapat berkembangbiak secara vegetatif maupun generatif.
Perkembangbiakan Tumbuhan Lumut
Lumut adalah tumbuhan hijau yang terdapat di atas bebatuan, yang hidup di daerah yang lembap.
Pada satu jenis lumut memiliki anteridium yang menghasilkan sel sperma dan arkegonium yang dapat menghasilkan ovum.
Lumut juga dapat mengalami perkembangbiakan vegetative melalui kuncup atau gemmae dan melakukan fragmentasi.
Materi IPA Kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018
Teknologi Perkembangbiakan pada Tumbuhan
Seiring perkembangan teknologi pertanian, muncul pula ide-ide perkembangbiakan tumbuhan, misalnya dengan cara hidroponik, vertikultur, dan kultur jaringan tumbuhan.
Hidroponik adalah cara menanam dengan media larutan nutrisi dan mineral dalam air tanpa menggunakan media tanah.
Vertikultur adalah metode budidaya tanaman dengan membuat instalasi bertingkat (vertikal) untuk meningkatkan jumlah tanaman.
Kultur jaringan tumbuhan adalah metode mengembangbiakkan tanaman dengan cara mengambil suatu bagian dari tanaman.
B. Perkembangbiakan pada Hewan
Perkembangbiakan Aseksual pada Hewan
Terdapat hewan yang berkembang biak aseksual dengan membentuk tunas untuk menghasilkan keturunan. Contohnya, ubur-ubur dan hydra sp.
Adapula hewan yang berkembang biak aseksual dengan cara fragmentasi. Yaitu pematahan tubuh induk kemudian membentuk bagian tubuh yang lain. Akhirnya potongan tubuh tersebut menajdi individu baru dengan bagian tubuh yang lengkap.
Terakhir perkembangbiakan aseksual dengan cara partenogenesis yang dapat terjadi pada lebah, semut, kutu air, dan kutu daun.
Perkembangbiakan Aseksual pada Hewan
Merupakan proses perkembangbiakan melalui perkawinan antara hewan jantan dan hewan betina.
Perkebangbiakan ini dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu hewan vivipar, ovipar, dan ovovivipar.
Hewan vivipar adalah hewan yang melahirkan, ovipar hewan yang bertelur dan ovovivipar adalah hewan yang bertelur dan melahirkan.
Perkembangan Hidup Hewan
Tahap perkembangan hidup pada hewan mulai dari embrio, proses kelahiran, perkembangan menuju kedewasaan, berkembang biak, dan mati.
Terdapat hewan muda yang menuju kedewasaan tidak banyak mengalami perubahan fungsi dan struktur organ tubuh. Hewan muda hanya mengalami pertambahan ukuran sehingga menjadi besar, yang dikenal dengan perkembangan langsung.
Namun ada pula hewan muda memiliki struktur dan fungsi organ tubuh berbeda dengan hewan dewasa. Agar sama dengan hewan dewasa, hewan muda berkembang melalui tahapan tertentu, yang dikenal dengan perkembangan metamorfosis.
Materi IPA Kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018
Teknologi Perkembangbiakan pada Hewan
Salah satu metode teknologi perkembangbiakan pada hewan adalah dengan melakukan kawin suntik atau inseminasi buatan.
Manfaat dari inseminasi buatan antara lain efisien waktu, efisien biaya, dan juga dapat memperbaiki kualitas pada hewan.
Bab 3 Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup
A. Molekul yang Mendasari Pewarisan Sifat
Materi Genetik
Setiap ciri atau sifat yang diwariskan dari orang tua kepada anak-anaknya merupakan warisan materi genetik.
Sehingga materi genetik memgang peranan penting dalam pewarisan sifat, seperti warna kulit, rambut, hidung, mata, bahkan penyakit tertentu.
Struktur DNA dan RNA
DNA (deoxyribonucleic acid) merupakan asam nukelat yang didalamnya terdapat suatu sel makhluk hidup. DNA memiliki struktur seperti suatu untai ganda yang membentuk heliks atau bentuk ulir.
Sedangkan RNA (ribonucleic acid) merupakan rangkaian nukleotida yang saling terhubung seperti rantai.
Peranan Materi Genetik dalam Penentuan Sifat
Dalam pewarisan sifat dikenal istilah sifat dominan dan dan sifat resesif. Sifat dominan adalah karakter yagn mempu mengalahkan atau menutupi karakter yang lain. Sedangkan resesif adalah karakter yang kalah.
B. Hukum Pewarisan Sifat
Persilangan Monohibrida (satu sifat beda)
Hukum Mendel 1 (hukum segregasi), pada waktu pembentukan gamet terjadi segregasi atau pemisahan alela secara bebas dari diploid menajdi haploid.
Persilangan Dihibrida (dua sifat beda)
Hukum Mendel 2. Menyatakan bila dua individu mempunyai dua atau lebih sifat, maka diturunkannya sepasang sifat secara bebas, tidak bergantung pasangan sifat lainnya. Dengan kata lain, alela dengan gen sifat yang berbeda tidak saling memengaruhi.
C. Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup dan Kelainan Sifat yang Diturunkan
Pewarisan Warna Kulit
Warna kulit dikode dengan gen, misalnya gen A, B, C yang mengode pembentukan pigmen kulit yaitu pigmen melanin.
Materi IPA Kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018
Pewarisan Tipe Perlekatan Cuping Telinga
Cuping telinga dikontrol oleh gen, yaitu gen G untuk cuping telinga terpisahdan gen guntuk cuping telinga melekat.
Pewarisan Bentuk Rambut
Seperti halnya warna kulit dan telinga, bentuk rambut juga dikode oleh gen.
Terdapat dua macam gen yaitu gen C (dominan) mengode rambut keriting dan gen s (resesif) mengode rambut lurus
Pewarisan Bentuk Pertumbuhan Rambut pada Dahi
Gen pengontrol bentuk pertumbuhan rambut pada dahi dikenal dengan gen W (window’s Peak). Tumbuhnya rambut seperti huruf “V” dikontrol oleh gen W (dominan), sedangkan yang tidak seperti huruf “V” dikontrol oleh gen w.
Perwarisan Kelainan Buta Warna
Kelainan buta warna diakibatkan gen yang berda pada kromosom kelamin X.
Seorang perempuan akan menderita buta warna apabila kedua kromosom X mengandung gen buta warna. Sedangkan pada laki-laki juka kromosom X mengandung buta warna, maka akan menderita buta warna.
Pewarisan Kelainan Hemofilia
Hemofilia adalah kelainan dengan ciri darah penderita susah menggumpal ketika terjadi luka pada bagian tubuh.
Gen hemofilia terletak pada kromosom X yang ditandai dengan lambing Xh.
Jika wanita memiliki salah satu kromosom yagn mengandung hemofilia, maka ia akan menjadi pembawa kelainan hemofilia.
Sedangkan laki-laki yang menderita hemofilia adalah laki-laki yang memiliki kromosom X yang mengandung hemofilia.
D. Penerapan Pewarisan Sifat dalam Pemuliaan Makhluk Hidup
Pewarisan Sifat dalam Pemuliaan Tanaman
Dalam rangka pewarisan sifat dalam pemuliaan tanaman telah dilakukan dengan menyiapkan bibit unggul lewat varietas hibrida.
Varietas hibrida adalah jenis tanaman yang merupakan keturunan dari persilangan dua atau lebih tanaman dengan ciri genetik berbeda. Contohnya padi dan jagung hibrida.
Pewarisan Sifat dalam Pemuliaan hewan
Upaya pewarisan sifat sangat penting dalam pemuliaan hewan agar diperoleh hewan ternak dengan kualitas tinggi.
Misalnya ayam yang dapat menghasilkan telur yang banyak dan daging yang berkualitas. Sapi agar menghasilkan susu dan daging yang berkualitas pula.
Materi IPA Kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018
Bab 4 Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-hari
A. Konsep Listrik Statis
Muatan Listrik
Atom tersusun atas partikel sub atom yaitu proton (bermuatan positif), neutron (tidak bermuatan), dan elektron (bermuatan negatif).
Jika suatu benda yang bermuatan posisif didekatkan dengan benda bermuatan negatif akan tarik menarik.
Sebaliknya benda bermuatan positif didekatkan dengan benda bermuatan positif akan tolak menolak.
Begitu pula dengan benda bermuatan negatif didekatkan dengan benda bermuatan negatif juga akan tolak menolak.
Hukum Coulomb
Semakin besar jarak benda yang bermuatan, semakin kecil gaya listrik antara benda tersebut dan sebaliknya.
Semakin besar muatan kedua benda, semakin besar gaya listrik antara benda tersebut.
Medan Listrik
Merupakan daerah sekitar muatan yang dapat menimbulkan gaya listrik terhadap muatan lain.
Arah garis gaya listrik ke dalam menunjukkan muatan listrik negative, dan arah ke luar menunjukkan muatan positif.
Beda Potensial dan Energi Listrik
Besarnya beda potensial listrik diperhitungkan dengan membandingkan besar energi listrik yang diperlukan dengan jumlah muatan listrik yang dipindahkan.
B. Penerapan Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-hari
Kelistrikan pada sel saraf
Sistem kelistrikan pada tubuh hanya berkaitan dengan komposisi ion yang terdapat dalam tubuh.
Sel saraf menghantarkan impuls sebab terjadi pertukaran ion did lam dan di luar membaran sel saraf.
Hewan-hewan Penghasil Listrik
Jenis hewan yang menghasilkan listrik merupakan impuls rangsang dalam tubuhnya dalam rangka menanggapi rangsangan.
Hewan yang menghasilkan listrik antara lain ikan belalai gajah, ikan pari listrik, hiu kepala martil, echidna, belut dan lele listrik.
Penggunaan Listrik Statis dalam Teknologi
Dalam kehidupan sehari-hari, teknologi listrik statis sering digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain:
- pengendap elktrostatis pada cerobong asap
- pengecatan mobil
- mesin foto kopi